Langsung ke konten utama

Rahasia kotornya

Sebagian besar soal fisika tidak sulit. Mereka hanya terlihat sulit karena muncul sebagai dinding teks dan otak Anda tidak tahu harus mulai dari mana. Insinyur profesional tidak menyelesaikan soal dengan menjadi lebih pintar dari Anda. Mereka menyelesaikannya dengan mengikuti rutinitas. Rutinitas yang sama setiap kali. Rutinitas itulah yang menjadi pokok halaman ini. Jika Anda tidak mencuri apa pun dari panduan ini, curilah metode ini.

Rutinitas 6 langkah

1

Baca soal dua kali. Pelan-pelan.

Bacaan pertama: dapatkan gambaran tentang apa yang sedang terjadi.Bacaan kedua: bayangkan adegan tersebut di kepala Anda. Jika Anda tidak bisa, soal itu belum siap untuk diselesaikan — terus baca sampai Anda bisa melihatnya.
2

Gambarlah

Sebuah kotak untuk objeknya. Tanda panah untuk gaya. Label untuk jarak dan kecepatan. Ini tidak bisa ditawar. Bahkan gambar yang buruk lebih baik daripada tidak ada gambar.Insinyur menggambar sesuatu bahkan ketika mereka tidak perlu, karena gambarlah tempat di mana sebagian besar kesalahan tertangkap.
3

Daftarkan apa yang Anda ketahui dan apa yang Anda inginkan

Dua kolom:
DiketahuiDitanyakan
massa = 2 kgkecepatan akhir = ?
v awal = 0
gaya = 5 N
waktu = 3 s
Langkah ini ajaib. Separuh waktu, hanya dengan menulis daftar ini membuat jawabannya jelas.
4

Pilih resep (persamaan) yang menghubungkannya

Lihat lembar contekan persamaan untuk bab ini. Cari yang sisi kirinya adalah apa yang Anda inginkan dan sisi kanannya hanya menggunakan apa yang Anda ketahui.Jika tidak ada satu persamaan pun yang bekerja, Anda akan membutuhkan dua — satu untuk menemukan nilai antara, satu untuk menyelesaikannya.
5

Masukkan angka. Pertahankan satuannya.

Selalu bawa satuan dalam perhitungan. Jika satuan akhir tidak sesuai dengan yang Anda harapkan (misalnya, Anda menginginkan meter tetapi mendapat detik), Anda membuat kesalahan. Satuan menangkap kesalahan lebih baik daripada teknik lainnya.
6

Pemeriksaan akal sehat

Lihat jawabannya dan tanyakan: “Apakah ini masuk akal di dunia nyata?”Sebuah mobil seharusnya tidak berakselerasi pada 5.000 m/s². Seseorang seharusnya tidak memiliki berat 3 N. Jika angkanya tidak masuk akal, Anda salah meletakkan koma desimal atau menggunakan persamaan yang salah. Tangkap sekarang, bukan saat ujian.

Pohon keputusan: pendekatan mana yang harus digunakan?

Ketika Anda tidak tahu apakah harus menyerang soal dengan gaya, energi, atau momentum:
Gunakan kekekalan momentum. Bandingkan sebelum vs. setelah. Abaikan bagian tengah yang berantakan.
Gunakan kekekalan energi. Jumlahkan KE dan PE di awal, atur sama dengan KE dan PE di akhir. Selesai.
Gunakan hukum kedua Newton (F=maF = ma). Gambarlah diagram benda bebas, jumlahkan gaya-gaya, bagi dengan massa.
Gunakan keseimbangan: gaya total = 0. Semua gaya harus saling meniadakan.
Dalam urutan itu. Coba energi dan momentum terlebih dahulu — keduanya adalah jalan pintas. Gaya adalah mesin berat, hanya ketika Anda benar-benar membutuhkannya.

Kesalahan umum (dan cara menghindarinya)

Mencampur satuan. Jika kecepatan Anda dalam km/jam tetapi waktu Anda dalam detik, Anda akan mendapatkan omong kosong. Konversikan semuanya ke satuan SI (meter, kilogram, detik) sebelum memasukkan.
Lupa gravitasi. Apa pun di dekat permukaan Bumi memiliki gravitasi yang menariknya ke bawah pada 9,8 m/s². Jika Anda tidak memasukkannya dalam diagram benda bebas, Anda akan mendapatkan jawaban yang salah.
Mencampur massa dan berat. Massa dalam kilogram (kg). Berat dalam newton (N). Keduanya tidak dapat dipertukarkan.
Mengabaikan arah. “5 m/s” dan “−5 m/s” adalah kecepatan yang sama sekali berbeda. Pilih arah positif di awal dan patuhi itu.

Lembar contekan: persamaan yang harus Anda kuasai luar kepala

TopikPersamaanBahasa sederhana
GerakKecepatan baru = kecepatan lama + percepatan×waktu
GerakJarak yang ditempuh saat berakselerasi
GerakKecepatan setelah jarak, tanpa membutuhkan waktu
GayaDorongan sama dengan massa-kali-percepatan
BeratBerat = massa × gravitasi
EnergiEnergi gerak
EnergiEnergi yang disimpan oleh ketinggian
UsahaGaya kali jarak
DayaEnergi per detik
MomentumDorongan
TekananGaya per luas
Hukum OhmTegangan = arus × hambatan
Daya listrikDaya = tegangan × arus
GelombangKecepatan = frekuensi × panjang gelombang
Jika Anda benar-benar memahami 13 persamaan ini — bukan menghafal, tetapi memahami mengapa setiap persamaan menyatakan apa yang dinyatakannya — Anda memiliki seluruh toolkit untuk fisika SMA dan sebagian besar rekayasa pengantar.

Nasihat terakhir dari seorang insinyur

Fisika tidak menghargai kecepatan. Fisika menghargai memperlambat. Ketika sebuah soal terasa memberatkan, Anda telah melewatkan satu langkah. Kembalilah. Baca ulang. Gambar ulang. Daftarkan ulang. Jawabannya selalu datang setelah gambar di kepala Anda jelas. Dan ingatlah satu-satunya hal yang benar-benar penting:
Alam semesta mengikuti aturan. Setelah Anda mengetahui aturannya, Anda dapat memprediksi masa depan.
Untuk itulah fisika ada. Selamat datang di klub.

Kembali ke: Selamat datang

Kunjungi kembali daftar isi.